Kamis, 18 Desember 2014

[REVIEW] Then I Hate You So by Andri Setiawan


Judul: Then I Hate You So
Penulis: Andri Setiawan
Penerbit: Haru
ISBN: -
Tahun terbit: 2012
Jumlah halaman: 320 hlm
Harga: Rp. 43.000,00

"Suatu malam aku menyadari bahwa aku tidak bisa hidup tanpamu.
Saat aku menyadari hal itu, kau tiba-tiba menghilang"

Semua berawal dari bencana tsunami yang mengguncang Jepang.

Itoyama Luca, mengira dia sudah memiliki segalanya. Kepintaran, karir yang sukses, dan bahkan tampang yang keren. Tapi semuanya seolah tidak berarti setelah bencana itu. Kekacauan di Jepang membuat sebuah perasaan yang sempat menghilang muncul kembali. Dan takdir menuntunnya menyelesaikan perasaan anehnya itu.

Han Naran, model cantik yang wajahnya menghiasi papan iklan Korea itu berhasil menyembunyikan isi hatinya selama tujuh tahun. Bencana alam di Jepang membuat perasaannya itu bangkit kembali dan malah semakin menggebu.

***
"Gadis ini tidak akan pernah memaafkan dirinya sendiri jika itu terjadi. Tidak saat cita-cita terbesarnya belum tercapai." (hal. 25)

Itoyama Luca, seorang pria tampan yang sedang berada di puncak kariernya. Pada tahun 2011, Luca menjadi salah satu korban gempa hebat yang melanda Jepang. Karena gempa itu, Jepang menjadi kacau. Sedangkan Luca, ia membenci kekacauan. Oleh karena itu, Luca dan Tanaka-ken (rekan kerjanya) dipindahtugaskan ke salah satu cabang perusahaan mereka yang ada di Korea. Dan, tanpa disangka, kepindahan itu melemparkan Luca pada masa lalunya.

Gempa yang melanda Jepang itu sukses membuat seorang model cantik bernama Han Naran merasa gelisah. Meskipun Naran tinggal di Korea, tetapi ia merasa bahwa ada satu hal yang belum diselesaikannya di Jepang. Oleh karena itu, ia membuat salah satu akun jejaring sosial media untuk mencari seseorang yang menjadi alasannya untuk tetap mengendapkan perasaannya selama tujuh tahun. Selama tujuh tahun, Han Naran hidup dalam ketidaktenangan. Selama tujuh tahun, Han Naran selalu dihantu-hantui oleh perasannya kepada seseorang. Dan selama tujuh tahun, Han Naran menyimpan dendamnya. Lalu, ketika gerbang kesempatan itu berada di depan matanya, Han Naran telah menyiapkan rencana terbaiknya; rencana yang selama ini telah dipersiapkannya.

Di Korea, Luca bertemu dengan seorang gadis misterius. Setiap kali bertemu dengannya, gadis itu terkesan seperti melihat setan hingga lari terbirit-birit menjauhinya. Hal tersebut membuat Luca heran tentang apa yang sebenarnya terjadi. Hingga, suatu kejadian mempertemukan keduanya. Dan, perasaan itu (kembali) ada. Akankah Luca menyadari bahwa gadis yang dicintainya adalah seorang gadis masa lalunya?

"Yang ada hanya keinginan, tanpa ada keputusan yang jelas. Yang ada hanya angan-angan, tapi tak bisa kulaksanakan karena aku takut gagal." (hal. 112)

Then I Hate You So adalah karya Andri Setiawan yang saya baca. Ketika membaca beberapa halaman pertama, saya sudah jatuh cinta dengan cara penulisan Andri. Novel yang ber-settingkan di Jepang ini membuat saya tidak bisa untuk tidak membalik halaman-halaman berikutnya. Ada beberapa tokoh yang masih melekat di benak saya hingga sekarang: Luca, Isobe Nana, dan tentu saja Naran.

Membaca novel ini, mengingatkan saya pada MV Ailee - I Will Show You. Dalam benak saya, Isobel Nana terlihat seperti


Isobe Nana

Han Naran
Andry Setiawan mengusung tema yang tidak pasaran. Di samping itu, saya juga menyukai gaya berceritanya yang tidka terburu-buru sehingga semuanya tersusun rapi dan apik. Potongan-potongan masa lalu yang dialami setiap tokoh berhasil di selipkan dan membuat pembaca dapat menebak-nebak apa yang sebenarnya terjadi, tetapi tidak membuat pembaca berhenti ketika sudah mengetahui jawabannya.

Oh iya, sesungguhnya, saya merasa bahwa Isobe Nana adalah cerminan dari diri saya (meskipun nyatanya saya tidak gendut). Tetapi, penampiannya yang terkesan culun yah, saya rasa cocok dengan penampilan saya ketika berada di sekolah meskipun teman-teman saya mengatakan saya tidak seculun apa yang saya kira dan saya akan sangat berbeda ketika di luar sekolah. Haha.

Akhir cerita ini membuat saya puas sekaligus membuat saya ingin membaca karya-karya Andry Setiawan yang lainnya. Mungkin, setelah ini saya akan membaca Ojou! atau karangan yang diterjemahkan oleh Andry Setiawan atau hal-hal lainnya.

Saya suka novel ini. Meski saya bukan seseorang yang tertarik pada hal-hal yang berbau Jepang, tetapi Andry Setiawan mampu menarik saya dalam gumpalan aksaranya hingga membuat saya terpana. Terimakasih banyak!
"Menyerah ternyata bukan hal yang buruk." (hal. 283)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar