Kamis, 18 Desember 2014

[REVIEW] Liesl & Po by Lauren Oliver



Judul: Liesl & Po
Penulis: Lauren Oliver
Penerbit: Mizan Fantasi
ISBN: 9789794337127
Tahun terbit: April 2013
Jumlah halaman: 320 hlm
Harga: Rp. 49.000,00

Di hari ketiga setelah kematian ayahnya, Liesl melihat hantu.

Liesl dikurung di loteng oleh sang ibu tiri. Di malam-malam gelap, Liesl menghibur diri dengan menggambar. Lalu, kegelapan di lotengnya menggeliat dan melentur, memunculkan sesosok hantu. Po, yang datang dari Dunia Lain, tempat roh dan hantu berkeliaran di kegelapan yang membentang seluas semesta. Liesl berharap Po bisa menemukan ayahnya di Dunia Lain.

Suatu hari, tak sengaja Will, murid sang Alkemis, menukar kotak berisi sihir terkuat di dunia dengan kotak abu ayah Liesl. Sebuah kesalahan yang menarik dua anak dan satu hantu dalam sebuah petualangan yang menegangkan. Petualangan yang membuat Dunia Lain dan Dunia Nyata bersentuhan dan membuka rahasia-rahasia mengerikan.

Kisah tentang persahabatan dan rasa sepi, keserakahan dan kemurahan hati, kematian dan kehidupan, Lauren Oliver berhasil meramu kisah yang petualangan yang menegangkan sekaligus menghangatkan hati.



***

"Mengapa kau ingin mengucapkan selamat tinggal?" tanya Po akhirnya. 
Liesl membuka mata dan memandang Po heran. "Karena-karena itu yang kau lakukan ketika seseorang akan pergi jauh." (hal. 19)

Liesl adalah seorang anak perempuan yang dikurung di loteng oleh ibu tirinya. Di loteng, biasanya Liesl menggambar dan mengubur rindunya yang menggebu pada sang Ayah yang telah meninggal dalam-dalam. Hingga, suatu hari ada dua bayangan yang mengusiknya. Liesl tidak pernah mengira bahwa ia akan mendapatkan dua teman baru dari alam sebelah. Apalagi, kedua teman barunya itu malah membantunya untuk keluar dari loteng dan menemaninya dalam menyelesaikan 'misi'nya ke rumah masa kecilnya. Jadi, bagaimana Liesl dan kedua teman alam lainnya dapat menyelesaikan segalanya bersama meski mereka berdua berbeda?

Po adalah seorang anak lelaki yang hidup di 'dunia tanpa tepi'. Di dunia yang dihuni oleh Po, orang-orang terlihat samar sebelum akhirnya benar-benar menghilang. Kemudian, ia melihat sesuatu yang menariknya untuk mengunjungi dunia lain. Dan, ia bertemu dengan seoranga nak perempuan yang seang meringkuk di atas kasurnya. Po meminta anak perempuan itu untuk menggambar sesuatu yang membuatnya tertarik ke dunia yang lain. Dan, anak perempuan itu menyetujuinya. Tetapi, anak itu memintanya untuk mencarikan Ayahnya dan memintanya untuk berbicara tentang sesuatu hal. Po ragu. Apakah ia harus memenuhi permintaan anak itu atau menghilang saja dan tidak kembali lagi?

Will adalah seorang anak lelaki yang sangat malam. Ia hidup bersama seorang Alkemis yang tidak mempunyai welas asih dan selalu membuat ramuan-ramuan sihir yang menyusahkannya. Suatu malam, Will ditugaskan sang Alkemis untuk pergi ke sebuah toko sekaligus mengantarkan abu jenazah kepada seseorang. Tetapi, langkah Will terhenti di depan sebuah rumah dan melihat seorang gadis yang di sukainya di atas loteng. Gadis itu tengah menggambar sesuatu di balik cahaya remang-remang. Kemudian, Will melakukan kesalahan yang membuatnya terpaksa melakukan petualangan yang menegangkan. Llau, bagaimana nasib Will selanjutnya?

"Seseorang memerlukan orang lain untuk merasakan sesuatu untuknya," katanya. "Merasakan sesuatu sendirian membuatmu kesepian." (hal. 46)
sumber: di sini
Novel pertama Lauren Oliver yang saya baca (Delirium) mampu memuat saya ketagihan untuk membaca karya-karya Lauren Oliver yang lain. Jadi, ketika beberapa waktu lalu saya mengunjungi MMU Cabang Banjarmasin, saya membeli buku ini.

Ini adalah novel Lauren Oliver yang diperuntukkan kepada anak-anak. Dan, saya tidak menyangka bahwa ada banyak sekali perbedaan antara Delirium dan Liesl & Po. Wahaha, tentu saja. Mungkin, karena ini adalah novel anak-anak, jadi ya, semuanya akan berbeda. Tetapi, tetap saja, novel ini ditulis dengan penuh cinta, hanya saja dalam basis yang pas untuk anak-anak.

Kaver novel ini terkesan sederhana, tetapi saya memahami maknanya. Di dalam novel ini juga disajikan beberapa ilustrasi yang mendukung jalannya cerita. Ada banyak sekali kesenangan dan kelucuan yang diselipkan oleh Lauren Oliver dalam bukunya kali ini. Kemudian, saya juga menjadikan Liesl sebagai tokoh favorite. Saya membayangkan jika tokoh Liesl adalah seorang anak perempuan yang sangat lucu, pintar, tidak mudah putus asa, sekaligus sangat beruntung karena mempunyai sahabat seperti Po, Puddle, dan juga Will.

Novel Lauren Oliver kali ini mengajarkan saya tentang banyak hal, salah satunya adalah kematian. Apalagi, ketika saya membaca 'Catatan Penulis' yang ditinggalkannya di halaman 318. Selanjutnya, saya berencana untuk membaca novel Lauren Oliver yang lain. Mungkin Rooms, Before I Fall, Panic, atau Spindlers?

"Aku tidak tahu apa yang dulu bisa kulakukan tanpamu. Sekarang, setelah kita bertemu, kau takkan pernah pergi, kan?" (hal. 254)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar