Jumat, 19 Desember 2014

[REVIEW] If I Stay by Gayle Forman



Judul: If I Stay
Penulis: Gayle Forman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 9789792266603
Tahun terbit: Februari 2014 (cetakan keenam)
Jumlah halaman: 200 hlm
Harga: Rp. 52.000,00

Mia memiliki segalanya: keluarga yang menyayanginya, kekasih yang memujanya, dan masa depan cerah penuh musik dan pilihan. Kemudian, dalam sekejap, semua itu terenggut darinya.

Terjebak antara hidup dan mati, antara masa lalu yang indah dan masa depan yang tidak pasti, Mia menghadapi satu hari penting ketika ia merenungkan satu-satunya keputusan yang masih dimilikinya---keputusan terpenting yang akan pernah dibuatnya.


"Amat sangat menyentuh." --Publishers Weekly, starred review

"Brutal sekaligus indah." --School Library Journal, starred reviewa commands.


***

"Semakin dunia mendorong kami agar menyatu, semakin kami menjauh-dan memusuhi." (hal. 61)

Mia adalah seorang pemain cello dengan kehidupan bahagia. Ia memiliki kedua orang tua yang mendukungnya dan juga sama-sama mencintai musik. adiknya Teddy yang selalu ada untuknya, dan Adam (kekasihnya) yang selalu memberikan cinta padanya. Hingga, sebuah kejadian naas terjadi.

Ketika bangun, Mia melihat bahwa mobil yang ditumpanginya bersama keluarganya sudah hancur. Dan, karena itu, ia menyadari bahwa ia sedang berada di antara hidup dan mati. Lalu, kejadian selanjutnya bergulir begitu saja dengan selingan kejadian-kejadian yang telah ia lewati sebelumnya.

Mia berada di posisi gundah ketika di suatu sisi ia merasa tidak perlu lagi untuk berada di sini karena keluarganya telah meninggalkannya sendiri. Tetapi, di sisi lain ia merasa untuk tetap harus berada di sini karena masih ada Adam dan keluarganya yang lain yang menantinya. Lantas, keputusan apakah yang akan diambil oleh Mia? Tetap tinggal atau pergi?

"Kau bisa saja memiliki keinginan, rencana, tapi pada akhirnya, kau tidak bisa mengendalikannya." (hal. 143)

sumber: di sini

Novel ini telah diangkat ke layar lebar dengan dibintangi oleh Chloe Moretz sebagai pemeran utama. Dan, saya belum nonton filmnya! Haha. Oke, jadi, novel ini masih berkaitan dengan sesuatu yang dinamakan 'kematian'. Jujur saja, ini adalah karya Gayle pertama yang saya baca.

Di sini, Gayle memposisikan dirinya dengan sudut pandang orang pertama pelaku utama, yaitu Mia. Sepanjang kisah, kita akan diajak berkelakar dengan potongan-potongan kisah kehidupan Mia sebelum kejadian naas itu terjadi. Tentang bagaimana awal kisahnya dengan Adam, tentang Teddy adiknya, tentang keluarga, dan tentang semuanya. Oh iya, saya berhasil menamatkan buku ini dalam satu hari, yeay!

Novel ini adalah novel yang memiliki lanjutan, yaitu Where She Want. Jadi, saya rasa saya juga harus membaca lanjutannya dan tentu saja menonton filmnya. Haha.

"Semua hubungan itu sulit. Persis seperti musik, kadang-kadang kau mendapatkan harmoni dan di lain waktu kau mendapatkan suara sumbang. Aku tidak perlu memberitahumu itu." (hal. 175)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar